<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558</id><updated>2011-12-09T01:32:42.207-08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Cerpen'/><category term='Pengumuman'/><category term='foto pementasan'/><category term='Naskah Crystal'/><title type='text'>Teater Crystal</title><subtitle type='html'>"Tidak akan pernah kau temukan duniamu jika hanya telunjukmu yang berbicara" kami bersuara lewat kata bersatu lewat gerak</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-36783108393529600</id><published>2008-03-28T02:57:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T23:49:58.566-07:00</updated><title type='text'>Pementasan PUAN vs OLENG</title><content type='html'>&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/photos/hi-res/upload/R@z5fAoKCDgAAHpHoZM1"&gt;&lt;img class="alignmiddleb" src="http://images.pulangpergi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/R@z5fAoKCDgAAHpHoZM1/posterPuan.JPG?et=jVgdN4cdCTAGFVQK8jIIuQ&amp;amp;nmid=" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pementasan "PUAN" Kali ini digelar untuk yang ketiga kalinya setelah sebelumnya dipentaskan di surabaya  (Pentas Tunggal Teater Crystal) dan di malang (Dies natalies Teater Hitam Putih Universitas Negri Malang). Tapi penggarapan akan sangat berbeda, dengan kemasan yang lebih simple dan minim setting panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan kali ini kami, Teater crystal juga mengundang Teater Arwah Malang dengan ketua rombongan Fudi "Bedor" Indarto.  Mereka akan mengusung pementasan yang berjudul "OLENG".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan kolaborasi ini memang digelar untuk menutup rangkaian acara Dies Natalies Teater Crystal ke- 20 tanggal 5 maret 2008 kemarin. Sebelumnya ada tasyakuran untuk kalangan sendiri. Kemudian Lomba baca Puisi Tingkat SMA /Sederajat Se-Surabaya dengan mengundang juri Sastrawan Jawa Timur Giryadi dan Aming Aminudin. Dan telah terpilih 3 pemenang &lt;/span&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;Maseka Mayang Sari  (SMA Bhayangkari Surabaya), Nabila U. B (SMA Trimurti Surabaya), Hana Clara (SMA Negeri 21 Surabaya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="insertedphoto"&gt;&lt;span style="background-color: rgb(255, 255, 255); color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Acara Pementasan PUAN vs OLENG akan digelar pada&lt;br /&gt;Tanggal   : Selasa, 1 April 2008&lt;br /&gt;Pukul      : 19.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat   : GSG Giri Loka UPN "Veteran" Jatim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:6;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;GRATISSSSS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class="multiply:no_crosspost"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-36783108393529600?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/36783108393529600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=36783108393529600' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/36783108393529600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/36783108393529600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2008/03/pementasan-puan-vs-oleng.html' title='Pementasan PUAN vs OLENG'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-1456293711380895630</id><published>2008-01-05T17:16:00.000-08:00</published><updated>2008-01-06T03:57:38.366-08:00</updated><title type='text'>Surat Cinta Kepada Perkawinan Jiwa</title><content type='html'>   Kepada :&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kekasihku Teater Tersayang&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dari Seorang Pekerja Teater &lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;JOKO BIBIT SANTOSO&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sayang,&lt;br&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Melukiskan persetubuhan kita dengan kata kata  terasa hambar maknanya. Karna kata hanyalah sebatas bahasa. Ia tak mampu menampung makna rasa persetubuhan kita. Coba saja ! bagaimana menggambarkan  keringat syahwat, keringat rasa, dan keringat jiwa kita yang mengucur saat persetubuhan? bagaimana menceritakan desah, rintih, pekik jiwa dalam irama persetubuhan yang menggapai orgasme estetik? sedangkan untuk menggambarkan kucur keringat tubuh saja atau mau menceritakan suara desah, rintih dan pekik suara kita saat persetubuhan yang menggapai orgasme, menceritakan sesuatu yang tak kasat akan lebih baik tak utuh lagi. Tapi keutuhan di dalam pikiran yang membaca gambaran hanya akan menciptakan keutuhan masih masing, yang tentu saja berbeda.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oleh sebab itu ketika kawan kawanku menginginkan aku menggambarkan dan menceritakan persetubuhan kita, asal saja aku mendedikasikan ungkapan pengalaman kita dalam kata kata yang hanya sebatas bahasa itu. Aku percaya apapun pilihan ungkapanku tak terlalu penting rasanya sebab ungkapan apa saja akan menjadi tak penting bila seseorang memandangnya sudah tak penting, dan akan menjadi penting bila seseorang memandangnya sudah merasa penting meski ungkapan itu sendiri sebenarnya tak begitu penting. Sesuatu yang mungkin tak berarti akan menjadi sangat berarti apabila kita dengan rela memberi arti bagi sesuatu yang tak berarti itu. Seperti persetubuhan kita yang tak begitu berarti ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku tidak tahu awalnya kenapa kita bisa bersetubuh. Mungkin awalnya dari perkenalan kita saat aku iseng mendekatimu dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'suatu kegiatan' &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;sekedar mengisi waktu luang hidupku semasih mahasiswa. iseng-iseng aku menggodamu kemudian menanyakan namamu. Dan ketika tahu namamu, terasa begitu asing kedengarannya di telingaku, sebab belum pernah aku mendengarkan kata seperti namamu dalam cakrawala bahasaku waktu itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teater!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; apa itu? apa makna di  balik bilah namamu itu? aneh dan asing rasanya. Karena aku hanya merasa pernah mendengar kata seperti itu ketika aku menonton film di bioskop. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'theater'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, yang sepertinya tak terlalu asing di telingaku tapi aku sendiri tajk tahu artinya. tapi aku tak perduli dengan arti atau tetek bengek semacamnya itu. Aku hanya ingin iseng berkenalan dengan kamu, titik!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Akhirnya kita kenalan. kujabat tanganmu lewat sapuan sapuku yang setiap menjelang latihan dalam&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;'suatu kegiatan'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, kita senantiasa berlatih bersama, seperti bermeditasi, berhoha hoha olah suara, berjumpalitan oleh tubuh dan sebagainya. Berlatih membaca naskah, membedah naskah, menghafal dialog, berakting, kemudian berpentas bersama. Begitu mengasyikkan perkenalan kita waktu itu, sampai sampai kuliahku terbengkalai.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selalu sehabis pementasan kita lalu berpacaran. Mulanya aku hanya berani menggandeng dan menggengam tanganmu untuk bersama-sama melepas lelah sambil menikmati perasaan hasil jerih payah selama berlatih. Kemudian meningkat, kucium pipi dan keningmu sambil bercerita panjang lebar tentang pengalaman betapa nikmatnya berpentas, yang sebenarnya tak bia dilukiskan seperti yang tadi aku katakan sebelumnya. Lebih jauh lagi kucerna bibir dan lidahmu bersamaan kusalurkan hasrat syahwat estetikku dengan liar dengan menanggalka peran tokoh yang baru kta mainkan. dan selalu kita ketagihan!&lt;br&gt;&lt;br&gt;Di ruang kuliah, di bangku taman, diperpustakaan, di kolon langit-langit gedung, di kantin, di WC, di kamar kost, di belakang panggung, di kebun binatan, di jalan lengang, di makam pahlawan, di latihan ala, dan dimanapun kita berpacaran selalu bercumbu. Setiap saat kita punya waktu selalu dan selalu pacaran dan bercumbu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kerapnya bercumbu membangkitka keinginan yang lebih jauh lagi, dan mencapai titik kulminasi percumbuan pada fase persetubuhan kita. Aku mensetubuhi kamu tanpa harus melewati upacara ikatan formal perkawinan, tapi secara &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;naluriah, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;dan berusaha menyngkirkan tetek bengek yang menghambat keinginanku itu. Tapi bukan semata membabi buta mengikuti naluriah itu, melainkan aku mengharmonisasikan dengan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;nurani&lt;/span&gt;, sehingga keinginan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;naluriah&lt;/span&gt;ku itu menjadi penerjemahan atas anugerah tuhan yang diberikan kepadaku. meski banyak orang mencemooh, mentololkan dan menghujat perbuatanku itu peduli amat aku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ternyata dari keinginan naluriah semacam itu aku menemukan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;kemanusiawian&lt;/span&gt;ku kembali. Kemanusiawian yang merasa sebelumnya bukan manusia, yang dibinatangkan syahwat, yang dimaterikan pikiran yang dirobotkan keinginan-keinginan mekanis kehidupan. Aku merasa belajar menjadi manusia dalam setiap laku persetubuhn kita. Bahkan mendorong aku mampu menuangkan kemuakkanku terhadap diriku sendiri dan kehidupan yang tidak membuat aku dalam kemanusiawian itu ke dalam baris kata-kata, yang kemudian menjadi alur cerita untuk dipentaskan. Terlebih lagi, membuat aku lebih &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;berdaya&lt;/span&gt; menggarap cerita itu menjadi sebuah pertnjukkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sungguh aku tidak mengerti kenapa aku bisa menjadi peulis, padahal aku tak memiliki budaya menulis. Bahkan mensutradarai tulisanku sendiri, padahal secara formal atau mungkin bakat aku tak memiliki kemamuan itu. Jujur saja aku kadang bingtung memikirkan ini. Tapi jelas semua ini gara-gara persetubuhan ini bukanlah suatu dosa, tapi sebaliknya karunia yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada yang bukan manusia seperti aku. Sungguh aku terlalu bersyukur, terlalu bersyukur.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Oleh sebab itu aku ingin melamarmu dalam perkawinan jiwa, tanpa melewati keformalan yang tak membuatku menjadi manusia. Mungkin bisa saja surat ini sebagai surat lamaranku kepada kamu yang sedikit berbau formal itu. Tapi yang jelas sebelum aku menulis surat ini, aku sudah melamarmu dan tidak formalis. Harapanku aku ingin kau mau menikah denganku dalam perkawinan jiwaku, setelah cukup lama berulang kalio kita melakukan persetubuhan bersama. Salam inginku kepada calon mempelaiku yang bernama&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teater".&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Surakarta, 8 januari 2001&lt;br&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*Tersimpan dalam laci tangsi Teater crystal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt;                                                          &lt;br&gt;  &lt;/div&gt;   &lt;!-- multiply:no_crosspost --&gt;&lt;p class='multiply:no_crosspost'&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-1456293711380895630?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/1456293711380895630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=1456293711380895630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/1456293711380895630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/1456293711380895630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2008/01/surat-cinta-kepada-perkawinan-jiwa.html' title='Surat Cinta Kepada Perkawinan Jiwa'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-8994943453720262476</id><published>2007-07-10T04:53:00.001-07:00</published><updated>2007-07-10T05:17:47.180-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='foto pementasan'/><title type='text'>Puan Puan Puan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RpN4jjqX-uI/AAAAAAAAAB0/44AnfUbIDj8/s1600-h/24.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RpN4jjqX-uI/AAAAAAAAAB0/44AnfUbIDj8/s320/24.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5085540956495149794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RpN1eDqX-sI/AAAAAAAAABk/lSArTepHXl8/s1600-h/26.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RpN1eDqX-sI/AAAAAAAAABk/lSArTepHXl8/s320/26.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5085537563470985922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RpN0XTqX-qI/AAAAAAAAABU/fCuNrjFZ7CI/s1600-h/08.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RpN0XTqX-qI/AAAAAAAAABU/fCuNrjFZ7CI/s320/08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5085536347995241122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RpNzlTqX-pI/AAAAAAAAABM/CWFdxQ6LRnA/s1600-h/02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RpNzlTqX-pI/AAAAAAAAABM/CWFdxQ6LRnA/s320/02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5085535489001781906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-8994943453720262476?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/8994943453720262476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=8994943453720262476' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/8994943453720262476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/8994943453720262476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2007/07/puan-puan-puan.html' title='Puan Puan Puan'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RpN4jjqX-uI/AAAAAAAAAB0/44AnfUbIDj8/s72-c/24.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-2170974552205769360</id><published>2007-06-20T00:56:00.000-07:00</published><updated>2007-06-26T03:10:24.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Pentas Tunggal "PUAN"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RnjfjK-uz6I/AAAAAAAAAAw/uaqgCr_2Pk0/s1600-h/Scan1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RnjfjK-uz6I/AAAAAAAAAAw/uaqgCr_2Pk0/s320/Scan1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078054375196118946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;pentas tunggal teater Crystal&lt;br /&gt;tanggal 22 Juni 2007&lt;br /&gt;jam 19.30 Wib&lt;br /&gt;tempat Gedung Serba Guna Giri Loka UPN "Veteran" Jatim&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;FREE.....!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan dipentaskan kembali&lt;br /&gt;tanggal 1 Juli 2007&lt;br /&gt;jam 19.30 Wib&lt;br /&gt;tempat di gedung J9 depan Sasana Bakti&lt;br /&gt;Universitas Negeri Malang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-2170974552205769360?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/2170974552205769360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=2170974552205769360' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/2170974552205769360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/2170974552205769360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2007/06/pentas-tunggal-puan.html' title='Pentas Tunggal &quot;PUAN&quot;'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/RnjfjK-uz6I/AAAAAAAAAAw/uaqgCr_2Pk0/s72-c/Scan1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-7256884969473355280</id><published>2007-03-05T05:53:00.000-08:00</published><updated>2007-06-26T02:30:02.844-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Crystal'/><title type='text'>Sebuah Potret Meja Makan</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;(POLIGAMI)&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; by : Luky HW&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;BABAK I&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Halo, selamat pagi! Betul, saya sendiri. Oh…&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; pak RT. Pak Kusmiyanto masih mandi. Ada perlu apa, ya pak? Aduh, maaf lho pak RT. Nanti biar saya kasih tahu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Telepon dari siapa?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Pak RT. Sarapan?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ada apa? Pagi-pagi sudah ganggu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Nasi &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;goreng ceplok telur atau roti?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Roti &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;saja, biar cepat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Itu &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;lho, minggu besok ada kerja bakti. Ikutlah sekali-sekali. Malu sama tetangga. Kamu, kalau ada kerja bakti selalu nggak pernah kelihatan batang hidungnya. Kopi atau teh?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Susu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Habis.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Kopi. Kenapa mesti malu? Omongan tetangga saja kok didengar.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Ya sudah. Tapi &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;datang ya. Nih, kopinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Eh… jeng Rut… ada yang ingin saya sampaikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Apa?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;usmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Anu jeng Rut…&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Saya mau… Aduh, bagaimana ya memulainya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Soal apa sih?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Saya ingin…&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Aduh, saya khawatir kalau...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Kalau apa? Ya, bicara saja to, mas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Saya mau…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Mau apa?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Tapi jeng Rut jangan kaget dulu lho. Janji. Pokoknya, apa yang saya sampaikan nanti, tolong dicerna dulu dengan seksama. Jangan terburu emosi. Jeng Rut kan perempuan dewasa, cerdas, intelek…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Iya apa...&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Langsung saja deh!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Saya… mau… kawin lagi!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;(sambil merebut roti) A&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;pa? Kawin lagi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Ya, jeng. Kawin &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;lagi. (Maruti merebut kopi) Eh… gini jeng. Akan saya saya jelaskan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Tulis &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;alasan kamu, kenapa mau beristri lagi, di kertas ini! Serahkan padaku sepulang dari kantor nanti sore! Saya harus segera berangkat. Mobil saya pakai!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Tapi, jeng Rut…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Jalan kaki saja! Edy… siapkan mobil! Antarkan ibu ke kantor!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Edy&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; (dari balik layer) Ya, bu…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;BABAK II&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Bagaimana dik Rosmini, betah tinggal di sini?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ya, mungkin saya butuh waktu untuk membiasakan diri dengan rumah ini. Termasuk dengan mbak Maruti. Ya kan, mbak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Dik Rosmini jangan sungkan-sungkan. Rumah ini adalah rumah kita bertiga. Jadi kalau ada apa-apa, bilang terus terang. Jeng Rut, sarapannya dong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sini mbak Rut, saya&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; bantu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Eh-eh, dik Ros duduk saja di sini. Jeng Maruti sudah biasa menyiapkan sarapan sendiri. Ya kan, jeng? Dik Ros cukup memperhatikan saja dulu. Nanti kalau sudah terbiasa dengan rumah ini, baru boleh ikutan nimbrung. Jeng Rut, sarapannya mana?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Sebentar! Ini juga baru selesai.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;usmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Jangan lupa susunya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Saya juga susu, mbak Rut.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Tidak ada susu. Pagi ini tukang susunya tidak ke sini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Lho, kenapa?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Entahlah. Mungkin sapi-sapi betina sedang ngambek, nggak mau diperas lagi susunya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Kok jadi kayak buruh, pakai ngambek segala.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ya, beda. Kalau itu mogok, bukan ngambek. Penyebabnya saja yang sama, sama-sama diperas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;usmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Kalau sapi betina ngambek, kenapa tidak peras susu yang jantan saja?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ya, peras saja susumu! Bisa ngga?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Oh… ya jelas nggak bisa dong, jeng.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Nah, itulah persamaannya kamu dengan sapi jantan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ya sudah, kopi saja.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Saya juga, mbak.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;“&lt;span lang="id-ID"&gt;Selebriti asal Surabaya, Laras Kobe, digugat cerai suaminya.” Wah, berita hangat nih. “Alasan sang suami menceraikan Kobe, begitu artis berparas cantik ini akrab dipanggil, karena hingga usia perkawinannya yang k&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;e tiga tahun, mereka tidak juga dikaruniai anak. Menurut penuturan sang suami, Kobe-lah yang bermasalah…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Sudah, ah. Pagi-pagi baca berita begituan. Baca yang lain saja. Dasar, wartawan infotainment. Orang cerai ya ditulis.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Hus! Hati-hati kalau bicara soal wartawan lho, mbak. Saya ini juga wartawan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Tuh kan, gampang tersinggung. Oalah… wartawan jaman sekarang…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Maksud &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;mbak Maruti ini apa, sih?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Maksud saya, apa tidak&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; ada berita yang lebih berbobot dari sekedar berita perceraian seorang artis yang baru satu dua kali nongol di TV. Misalnya, berita tentang artis-artis berprestasi kek, apa kek…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sudah… sudah, jangan berdebat. Aku baca berita yang lain saja. “Artis papan atas Naya Titania diceraikan suaminya yang juga seorang artis&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; terkenal, Raymond A. S., justru karena banyak anak. Sebab, dari sekian banyak anaknya, ditengarai ada beberapa yang bukan buah dari Raymond, melainkan…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Hus! Wah, ngacau betul wartawan itu. Padahal, seminggu lalu saya wawancara dengan mereka berdua untuk &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;rubrik profil majalah saya. Mereka itu keluarga bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Hemm… ya itu, jurnalisme amburadul.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Jeng Rut… Ya sudah, baca ini saja…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Nggak usah dibaca, kalau hanya akan menimbulkan perdebatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Lho, kenapa tidak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Dik Ros tidak perlu khawatir. Wong ini cuma berita tentang komersialisasi pendidikan yang terjadi di U-P-…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Maruti &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;dan Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Hus!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;BABAK III&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Wah, seru ya tingga di sini. Ramai. Aku senang banget lho, mas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Betul begitu d&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;ik Milah? (Dumilah mengangguk) Ya, syukur kalau begitu. Sebagai istri yang paling muda, kamu wajib menghormati istri-istri yang lebih tua. Ros, sarapannya mana?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;ik Milah ini aneh. Tinggal serumah sama istri-istrinya mas Kusmiyanto kok malah senang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Iya dong. Pada dasarnya, saya tidak suka kesepian mbak Mar, eh… sori, mbak Rut. Dulu waktu masih tingga&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;l di rumah kontrakan, uih… sepi banget. Untungnya, mas Kus sering mampir ke sana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Oh… begitu…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Dasar aneh!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Lho, apanya yang aneh? Memangnya, selama ini mbak Rut dan mbak Ros tidak bahagia tinggal bersama di sini? (Rosmini dan Maruti hanya terdiam) Terus, kenapa mau dipoligami?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Kamu sendiri, kenapa mau dipoligami?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Ah, alasan itu tidak penting. Yang penting, saya&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; senang tinggal bersama di sini. Ramai… seru… bisa, keroyokan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Kelainan kamu!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ah… sudahlah! Kita semua kan sudah sepakat. Ros, mana sarapannya?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Sekali-sekali ambil sendiri dong!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Iya, biasa main perintah saja!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ya sudah, saya saja yang menyiapkan sarapan buat mas Kus.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti dan Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Setuju!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Minta susu, dik Milah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Beres. Aduh, susunya habis mas Kus. Kopi saja ya?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;Kusmiyanto&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ya, apa saja deh. Sekalian rotinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Wah,&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; rotinya juga habis, mas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ya sudah, minum kopi saja kalau begitu. Nggak usah sarapan. Agak cepat dong.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Nih, kopinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Terima kasih. Duh! Kok pahit sih?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ups, sori. Lupa kasih tahu. Gulanya juga habis.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;BABAK IV&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Edy…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ya, Pak Kus.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Sini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ada apa, pak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Sarapan?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Aduh, terima kasih. Saya sudah sarapan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Lho, bujangan kayak kamu gini, ya ada&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; juga to yang menyiapkan sarapan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Jangan salah, pak. Meski bujangan, saya kan doyan jajan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Oh… nakal kamu!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Maksud saya, kalau sekedar sarapan, ya tinggal nongkrong di warungnya Sumini to, pak.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Kalau begitu, saya buatkan kopi saja ya?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Kok repot-repot, pak. Tapi… boleh deh.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Nih, kopinya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Terima kasih, pak. Wah, kopi buatan Pak Kus pas banget rasanya. Dahsyat!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Kusmiyanto… Eh, tahu nggak. Ya gara-gara kopi buatan&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;ku ini, Maruti, Rosmini dan Dumilah, kecantol jadi istriku. Cuma, cara penyajiannya saja yang beda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Beda bagaimana, pak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Kalau buat kamu, saya sajikan secara sederhana saja. Ya, seperti ini. Kalau buat mereka, saya sajikan selepas… kelon…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Pak Kus ini lho, ada saja…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Nanti kalau sama istrimu juga harus begitu, Ed. Supaya…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Supaya langgeng ya, pak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Nggak. Ya, supaya bisa… poligami!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Oalah Pak Kus… Pak Kus.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Tapi… sampai dengan istri yang ke tiga, saya kok masih merasa gelisah ya, Ed.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Lho, kenapa, pak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ketiga-tiganya tidak mampu memberikan aku anak. Padahal, alasan aku berkali-kali menikah, karena istri-istriku tidak kunjung memberikan aku anak. Jangan… jangan… ada yang salah dengan aku ya, Ed.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Apa tidak coba periksa ke dokter, pak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Untuk apa? &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Aku ini keturunan keluarga besar lho, Ed.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Edy:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ya, kan tidak ada salahnya mencoba. Eh… begini saja. Saya punya ramuan mujarab, dari Arab. Mungkin ini bisa membantu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Mau… mau, Ed.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;BABAK V&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Pagi benar mas Kus berangkat. Tumben nggak sarapan. Mobilnya dipakai, ya?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Ya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Aduh… padahal hari ini saya harus mengantar beberapa berlian ke pelanggan-pelanggan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Eh, suami kita itu lho, punya tampang pas-pasan, pekerjaannya nggak &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;jelas, body kelebihan, tapi kalau minta makan, duh… macam-macam. Merepotkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Bukan c&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;uma soal makanan saja minta macam-macam. Gayanya juga macam-macam. Maunya sih, kayak yang di film-film gitu. Katanya biar variasi. Kalau tiba-tiba mengi, stroke, bagaimana? &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Aduh… memangnya semalam kamu diapain saja sih, Mil?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Gitu kok ikut trend. Kemauan sih oke, tapi kemampuannya itu lho. Ya, Cuma seperti mengedipkan mata&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;. Blep… pyek… rampung deh. Kan jadi ngedrop, mbak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Kalau sampai sekarang kita tidak juga memberikan anak, jangan-jangan… dia bakal kawin lagi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Lho... lho... tapi kalo dia mau kawin lagi, mau kawin sama yang umur berapa? Mbak Maruti sudah 30 tahun, saya 27 tahun, dik Dumilah sendiri 23 tahun. jangan-jangan nanti dia cari janda beranak dua. Terus... kita manggilnya bagaimana? Mbakyu? Bude? Tante? Ah... ruwet. Terus, bagaimana mbak Maruti?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Maruti :&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Kalo begitu&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;, sudah saatnya kita merapatkan barisan untuk memboikot mas Kus. Enak saja. Lagi pula, kita kan belum pasti nggak bisa ngasih anak. Jangan-jangan malah dia yang...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;BABAK VI&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Istri-istri mulai saling melempar kewajiban melayani Kusmiyanto. Pola pengadeganan bebas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;BABAK VII&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Suasana sarapan pagi yang dingin. Masing-masing tidak saling berbicara. Begitu Kusmiyanto memulai pembicaraan, semua istri mengakhiri sarapan dan berangkat ke kantor. Pengadeganan bebas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;BABAK VIII&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt; Ruang lamunan tokoh-tokoh, dimana masing-masing pemain mengeksplorasi panggung menjadi simbol kesendirian para tokoh. Pengadeganan bebas.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 51, 51);"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;BABAK IX&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Selamat pagi, istri-istriku! Wah, hari ini tampak ceria semua.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Dumilah:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Iya, mas Kus. Kami...&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Rosmini:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; Kami punya kejutan buat mas Kus.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="id-ID"&gt; &lt;b&gt;Kusmiyanto:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Kejutan? Wah, apa itu? (istri-istri tersenyum, saling menatap satu sama lain, sambil menunjukkan perut masing-masing) Apa? Betul begitu? (Kusmiyanto mengekspresikan kegembiraan hatinya. Tiba-tiba terdengar dering telepon) Halo, selamat pagi! Betul, saya sendiri. Oh... dokter Prya. Bagaimana, dok?&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Apa? Tapi, tidak mungkin. Dokter tidak salah diagnosa? Jadi... saya... steril... (Edy masuk, disambut istri-istri dan langsung dilayani bak suami).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-7256884969473355280?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/7256884969473355280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=7256884969473355280' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/7256884969473355280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/7256884969473355280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2007/03/ini-hari-kejayaankah.html' title='Sebuah Potret Meja Makan'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-6515852032283187161</id><published>2007-02-19T01:47:00.000-08:00</published><updated>2007-06-26T03:08:04.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Diklat 2006/2007</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/Rdlz_bP8_XI/AAAAAAAAAAM/-ERxykU4SM0/s1600-h/PICT0047.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/Rdlz_bP8_XI/AAAAAAAAAAM/-ERxykU4SM0/s320/PICT0047.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5033181592046861682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;masih tersisa senyum manis dihimpit ragu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;mampukah bertahan dengan manusia manusia sepi&lt;br /&gt;sorak sorai tidak boleh selesai&lt;br /&gt;dengan darah yang tinggal setetes&lt;br /&gt;nadi harus terus bergetar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu siap terima malu dan tamu walau kami&lt;br /&gt;buruk rupa&lt;br /&gt;buruk ucap&lt;br /&gt;buruk laku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setidaknya lebih baik daripada&lt;br /&gt;tak ada ucap&lt;br /&gt;tak ada laku&lt;br /&gt;hanya mengerang keluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-6515852032283187161?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/6515852032283187161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=6515852032283187161' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/6515852032283187161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/6515852032283187161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2007/02/diklat-20062007-masih-tersisa-senyum.html' title='Diklat 2006/2007'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_41WBJDcK-HA/Rdlz_bP8_XI/AAAAAAAAAAM/-ERxykU4SM0/s72-c/PICT0047.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-8387344421686954171</id><published>2007-01-10T23:55:00.000-08:00</published><updated>2007-06-26T02:59:56.772-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kembang Gula</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;oleh: Tri indah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;“Sudah, lebih baik kita break saja!” teriak Aktor kepada Jelita. “Apa? Break? Maksudmu? Masa pacaran pake break, Tor?” tanya Jelita dengan tercengang. ”Pokoknya kita introspeksi diri masing-masing deh. Aku capek bertengkar melulu sama kamu, ngerti?” jawab Aktor dengan ketus. ”Berapa lama?” tanya Jelita pelan. ”Entahlah. Sampai salah satu dari kita capek dan berhak memutuskan hubungan!” ujar Aktor dengan entengnya. ”Berarti, kita sekarang putus tor?” tanya Jelita sekali lagi, sambil menyeka ingusnya. Suaranya mulai bergetar. ”Pokoknya, break!” jawab Aktor singkat. Kali ini suara Aktor terdengar dingin dan angkuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Masih teringat di benak Jelita peristiwa satu bulan yang lalu, saat Aktor mambuat keputusan tentang hubungan mereka berdua. Dan sekarang, di depan matanya, ia melihat Aktor sedang naik motor berdua dengan Karen. Hati Jelita kembali miris. “Apakah ini yang dimaksud Aktor break? Apakah ini yang dimaksud Aktor introspeksi? Bisa seenaknya saja jalan berdua dengan orang lain?” tanya Jelita kepada Deden, temannya yang selalu setia mendengar keluh kesahnya. ”Sabar Li. Mungkin Karen sama Aktor sedang mengurus surat-surat untuk pertunjukan yang akan datang. Bukannya mereka berdua memang yang bertanggung jawab?” hibur Deden. ”Iya. Tapi apa harus mesra seperti itu? Dan ketika aku iseng tanya sama Nina, memang mereka berdua mesra banget. Bukan mesra seperti teman Den,” jawab Jelita dengan suara bergetar. Suara yang khas dari seorang cewek saat menahan tangis. ”Ah, sudahlah. Nanti juga pasti jelas hubungan kalian berdua seperti apa. Tenang, bu,” sambil tersenyum, Deden kembali menghibur sahabatnya. “Tapi Den, aku nggak kuat melihat mereka berdua terus-terusan. Belum lagi gosip yang nggak enak di kupingku. sakit rasanya liverku ini,” rintih Jelita pada Deden. ”Udah, udah. Jangan terlalu dipikirin. Lama lama nanti malah kamu yang masuk rumah sakit. Wah, aku yang repot jadinya. Siapa yang bantuin aku? &lt;st1:state st="on"&gt;Wis&lt;/st1:state&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;wis&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, cup ya, anak manis,” Jelita tersenyum mendengar bujukan sahabatnya. Seolah-olah Jelita masih balita yang menyusu pada ibunya. ”Ha… ha… Enak aja. Emangnya aku keponakanmu, yang bisa dibujuk pake permen Den?” teriak Jelita tepat di telinga Deden, sambil menggelitiki pinggang sahabatnya yang sedang mengaduk kopi di cangkir. Kontan saja Deden kaget. Sendok pengaduk kopi pun melayang kearah Jelita yang sudah lari menjauh darinya sambil tertawa. Dalam hati, Deden sedikit lega melihat senyum Jelita. Paling tidak dalam satu hari ini ia berhasil membuat tersenyum kembali sahabatnya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;“Jalan, yuk?” tanya Aktor ketika menelepon Jelita pada suatu hari. ”Jalan kemana?” Jelita menjawab dengan malas. ”Kemana aja. Pokoknya jalan,” kata Aktor. ”Jalan aja sama Karen. Toh kemarin aku lihat kalian berdua sedang asyik nongkrong. Di… Rumah Kopi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?” tanya Jelita sambil meremas-remas kabel telepon. ”Maksudnya apa sih Tor? Seperti itu maksud kamu introspeksi? Bisa jalan berdua dengan cewek lain? Kalo memang udah nggak mau nerusin hubungan kita lagi, ya udah, jangan bikin aku menggantung. Jangan egois!” Jelita nerocos dengan menggebu-gebu. ”A… a… aku nggak jj… jalll… an sama Karen kok. Tahu darimana kamu?” kata Aktor terbata-bata. ”Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Kemarin aku kebetulan lewat Rumah Kopi selesai workshop tari dengan Nungki Kusumastuti di Galeri Srawung. Kamu nggak usah bohong!” kata Jelita sewot. Ia berusaha menahan air mata yang sudah mulai menggantung di pelupuk matanya. Ia malu karena sejak tadi ibunya mencoba curi-curi pandang memperhatikan tingkahnya. ”Tapi aku bisa jelaskan Li. Aku sama Karen kemarin habis ngambil poster untuk disebar ke kantong-kantong kesenian, terus mampir untuk beli minum, udah itu aja, nggak lebih kok,” kilah Aktor. ”Tuh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;, akhirnya kamu keceplosan kalau memang keluar sama Karen. Tadi katanya kamu nggak jalan sama Karen. Mana yang benar?” teriak Jelita. Tanpa ia sadari, ibunya yang sejak tadi memperhatikannya, melotot sambil mengangkat jari telunjuknya ke mulut. Dengan nada lebih pelan, Jelita melanjutkan pertanyannya. ”Terus, lusanya kamu jalan juga sama Karen ke pertunjukan di SCC &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? Aku tahu dari temanku yang kebetulan jadi panitianya. Kamu nggak usah mungkir Tor. Aku sudah tahu semuanya. Kamu banyak mengingkari komitmen yang kamu buat sendiri. Sepertinya, kamu nggak usah ketemu aku lagi,” kata Jelita sambil menutup telepon. Ia terdiam sesaat. Kemudian menghembuskan nafas yang sempat tertahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Dua bulan kemudian...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;“Li, Aktor datang sama Karen di technical meeting Pagelaran Seribu Seniman yang kita pegang ini. Kamu jangan kaget ya,” Deden memberitahu Jelita dengan hati-hati karena takut hati sahabatnya teriris lagi. ”Hmm…,” sahut Jelita dengan tetap memandang layar monitor. Dua bulan terakhir ini Jelita sudah banyak merenung dan berdoa. Bahkan nggak tanggung-tanggung, Jelita mencoba Sholat Istikharah demi menenangkan hatinya dan memohon petunjuk Yang Maha Kuasa tentang apa yang terbaik baginya dan Aktor. Dan sekarang Jelita pasrah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Saat technical meeting…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;“Dan nanti apabila ada yang membutuhkan informasi lebih atau membutuhkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, bisa menghubungi Jelita Restu Bumi atau yang biasa dipanggil Elit atau Jelita,” kata Deden menerangkan kepada peserta technical meeting, sambil menyenggol Jelita. “Oh iya, saya Jelita. Kalau butuh informasi lebih lanjut bisa menghubungi saya,” jawab Jelita tergagap karena pikirannya tertuju kepada Aktor dan Karen yang duduk diseberangnya. Jelita sudah bulat dan mantap untuk mengakhiri hubungannya dengan Aktor. Diambilnya HP, lalu mulai mengetik kata-kata perpisahan. ”Sepertinya kamu bisa jalan dan pacaran sama siapa saja Tor. Mulai saat ini kamu bebas menentukan hidup kamu sendiri. Terima kasih atas waktu yang sudah kita jalani berdua. Hubungan kita berakhir, aku mundur!” send… Aktor… Ok. Terkirimlah SMS yang Jelita buat. Tit… tit… tit… Dari seberang terdengar suara HP. Jelita hanya sanggup menahan air mata karena acara technical meeting masih berlangsung. Jelita dan Aktor sempat berpandangan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Namun hanya tiga detik Jelita mampu menatap Aktor.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Tiga hari kemudian Aktor nekat mencari Jelita di sekolahnya bahkan sampai ke kelas-kelas. Jelita tahu kalau Aktor mencarinya sebab SMS yang dikirimkan Aktor tidak dihiraukannnya. Telepon kerumahnya yang berkali-kali dan berkali-kali pula menyuruh Mak Supi mengatakan kepada Aktor kalau dia sedang… pergi latihan tarilah, sibuk ngurus pagelaran di Galeri Srawunglah, pokoknya terserah Mak Supi dia mau ngomong apa. Pokoknya Jelita nggak mau dengar suara Aktor. Tapi kini Jelita tidak bisa menghindar lagi. Jarak mereka kini hanya satu meter dan tidak ada waktu untuk berbalik menuju kantor kepala sekolah. “Akhirnya aku bisa ketemu kamu. Kemana aja? SMSku nggak nyampe? Kamu sibuk ngurus pagelaran? Apa maksud SMS kamu waktu TM, Li?” tanya Aktor nerocos dan ngos-ngosan. ”Nyampe kok. Memang lagi sibuk ngurus pagelaran. Maksudku udah jelaskan, kita udah nggak ada hubungan lagi. Ngerti bahasa Indonesiakan?” jawab Jelita pendek-pendek dan to the point. “Tapi Li…?” belum sempat Aktor bicara banyak, Jelita menyahut, ”Tor… udahlah. Kamu kembali aja ke kampus. Bukannya kamu juga lagi sibuk persiapan untuk pagelaran? Kamu dan Karen udah klop, nggak usah mikirin aku. Aku cuma anak sekolah yang lagi sibuk-sibuknya mencari pengalaman dalam membuat pagelaran besar. Kita akan berhubungan hanya sebatas kerja. Sori Tor, aku sibuk,” Jelita meninggalkan Aktor yang sedang terbengong. Dia tidak menyangka kalau Jelita sudah jauh lebih dewasa. Padahal hanya tiga bulan mereka tidak bersama-sama. Jelita memang satu-satunya anak SMA yang bisa masuk di lingkungan seniman &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; karena kemampuannya dalam menari tidak diragukan lagi. Dan lebih dari itu, pengalamannnya yang sudah beberapa kali mengikuti pagelaran tari di beberapa negara, membuat Jelita bisa menjadi panitia event besar yang akan datang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam kesendiriannya, Aktor teringat pertemuan mereka berdua dulu. Aktor adalah mahasiswa jurusan teater yang seringkali latihan dan nongkrong di galeri tempat Jelita latihan menari tiap tiga kali dalam seminggu. Untuk pertama kalinya Aktor bisa betah duduk melihat latihan tari karena pada waktu itu ia melihat Jelita yang sedang luwes-luwesnya menarikan Tari Bedoyo. Jelita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;begitu mungil, manis, tapi terlihat sekali kalau cewek itu adalah sosok yang punya bakat besar dan tekat kuat. Sejak saat itulah Aktor semakin sering nongkrong dan menungu Jelita pulang latihan. Dan selama satu bulan pendekatan, dia berhasil menyunting Jelita untuk jadi kekasihnya. tapi setelah tiga setengah tahun menjalin hubungan, Jelita memutuskan hubungan. Itu juga karena Aktor yang pertama kali mengusulkan mereka break. Aktor bingung. Tiba-tiba dia teringat Deden teman kuliahnya yang kebetulan adalah sahabat Jelita di lingkungan seniman &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Aktor segera berlari menuju sepeda motornya dan meninggalkan sekolah Jelita untuk menemui Deden untuk meminta bantuannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;“Den… Deden…,” teriak Aktor ketika memasuki komplek Unit Kegiatan Mahasiswa di kampusnya. ”Apa sih, teriak-teriak dari ujung komplek sampe kesini. Kayak orang kesetanan aja. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; apa ?” tanya Deden. ”Aku minta bantuan kamu untuk meluluhkan hati Jelita. Den, help me my friend… Kamu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; sahabat terbaiknya Jelita, plis…,” ujar Aktor memohon. Nafasnya masih ngos-ngosan. ”Nggak ah. Kamu sekarang baru merasa kehilangan Jelita. Kemana aja kamu Tor? Nggak sadar kalo udah punya pacar yang segitu baiknya, sabar, pengertian, punya segudang prestasi lagi. Kalo Jelita masih agak kekanak-kanakan mestinya kamu paham. Dia baru kelas dua SMA. Sebentar lagi aja naik kelas tiga. Kamu yang udah mulai dewasa mestinya bisa membimbing dia. Bukannya ngajak break segala. Kalo Jelita mau, dari dulu dia udah mutusin kamu. Nggak sedikit anak yang nembak dia. Ingat &lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt; teman-teman dari &lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt; yang sempat ngejar Jelita sampe ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;? Sa’i anak seni rupa teman kita, yang sekali melihat Jelita langsung berani nembak. Aria anak Solo, yang sempat kerjasama bareng Jelita terus langsung kelimpungan waktu ditinggal pulang ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Surabaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, ingat? Terus… Galih… Rako… Arnet anak balet… Randu si seniman sableng kampus kita… ah… pokoknya banyak. Mestinya kamu jauh lebih tahu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kalo Jelita itu kembangnnya seniman muda, dari yang sok seniman, seniman sableng, sampe yang benar-benar seniman mumpuni, mengharapkan Jelita jadi belahan hati mereka. Kamu yang udah jadi pacarnya malah menyia-nyiakan Jelita. Goblok lu… Pokoknya aku nggak mau bantuin kamu karena aku tahu gimana menderitanya Jelita saat itu,” jawab Deden panjang lebar dengan entengnya, sambil rokok tidak lepas dari mulutnya dan tangan yang terus mengetik di keyboard komputer. ” Urus sendiri deh, kamu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; udah jago sama perempuan. Buktinya, Karen bisa luluh sama kamu. Gih &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;,” ujar Deden cuek. “Kok tega sih Den. Kamu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; teman lama aku juga. Bantu kek… Aku sama Karen nggak ada apa-apa,” Aktor mengiba. “Dasar muka monyong lu! Aku pernah tanya Karen, katanya kamu udah nembak dia, maksudnya apa? Jelita mau ditaruh dimana? Ban serep? Aku nggak rela Tor, kalo Jelita kamu buat bulan-bulanan. Tahu nggak gara-gara ada masalah sama kamu Jelita sempat pingsan waktu latihan buat pagelaran yang akan datang. Berat badan Jelita turun tiga kilo. Padahal sama mbak Sinto berat badannya harus stabil biar proporsional. Kamu tega ya… Ojo’ gendeng Tor!&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kuwi ngono cah wadon. Ojo wani-wani karo wong wadon. Kuwalat kowe Tor!” kembali Deden menceritakan penderitaan Jelita meskipun sedikit dibumbui. Deden memang jagonya mendramatisir hampir apa saja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Aktor benar-benar merasa bersalah. Dia ingin sekali kembali pada Jelita. Keesokan harinya Aktor sudah menunggu di depan rumah Jelita seperti yang ia biasa lakukan sebelum-sebelumnya untuk mengantar Jelita ke sekolah. Jelita membuka pintu pagar rumahnya dan kaget melihat Aktor yang dengan senyum termanisnya mengucapkan, “Selamat pagi. Berangkat sekolah ya? Bareng, yuk?” ”Dari jam berapa nongkrongin rumah orang?” tanya Jelita. ”Jangan sewot gitu dong, biasanya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; juga seperti ini?” kata Aktor. ”Aku berangkat naik angkot. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Terima kasih sudah nunggu aku dari tadi. Aku berangkat,” jawab Jelita sambil melangkahkan kaki menuju gang depan rumahnya untuk menunggu angkot. ”Lho, Li… Aku antar ya? Apa gunanya aku nunggu kamu dari tadi?” tanya aktor sambil berusaha mengejar Jelita. ”Lho, aku kira kamu cuma nunggu aku keluar dari rumah aja, aku nggak pernah minta kamu untuk mengantar aku pergi sekolah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;? Lagian, aku udah biasa kok berangkat dan pulang sekolah sendiri tanpa diantar,” dengan entengnya Jelita menjawab sambil terus melangkahkan kaki ke ujung gang sementara Aktor tidak mampu menjawab ocehan Jelita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pagelaran Seribu Seniman… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Aktor di deretan penonton. Ia melihat Tari Bondan di panggung dan terkesima. Selain koreografinya yang menarik dan indah, pastinya seorang gadis mungil dengan penuh penghayatan sedang menari tunggal di tengah panggunglah yang membuatnya terkesan. Ya, siapa lagi kalau bukan Jelita. Sudah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; bulan Aktor berpisah dengan Jelita. Dia masih merasakan kasih sayang yang amat dalam terhadap gadis mungil itu. Aktor tidak berhasil merebut hati kekasihnya yang sudah terlanjur sakit. Kini Aktor hanya bisa melihat Jelita dari panggung ke panggung, karena nama Jelita semakin berkibar menjadi penari muda berbakat. Sedangkan dia tetap menjadi mahasiswa jurusan teater yang tidak ada kemajuan. “Terus berkarya Jelita Restu Bumi. Suatu saat, kamu akan jadi seniman yang berpengaruh…,” gumam Aktor, kemudian pergi meninggalkan gedung pertunjukkan dengan langkah berat. Pikirannya dipenuhi gambar-gambar masa lalunya dengan Jelita. Gambar-gambar itu saling berkelebatan dan tidak ada habisnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Jelita di balik panggung…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;“Terima kasih tetap mau melihat tarian-tarianku, Tor… Aku harap kamu bisa menyadari apa artinya kesetiaan dan cinta… Terima kasih…,” kata Jelita selepas menyeka keringatnya di wajahnya dengan handuk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                        &lt;/span&gt;Teater Crystal, 16 Oktober 2006&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                    Crystal&lt;/span&gt; Production&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-8387344421686954171?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/8387344421686954171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=8387344421686954171' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/8387344421686954171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/8387344421686954171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2007/01/kembang-gula.html' title='Kembang Gula'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-3719927722364325536</id><published>2006-12-12T04:21:00.000-08:00</published><updated>2007-06-26T02:47:29.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Ibu dari Segala Ibu</title><content type='html'>&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Ibu Dari Segala Ibu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Oleh: Luky Hari Wibowo&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Ibuku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Delapan belas tahun silam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Saat bapak dipenjara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Menenteng keempat anaknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Menyusuri jalan gelap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Menjadi babu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dari rumah ke rumah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Saudara-saudara bapakku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Ibuku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Sebelas tahun silam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Saat bapak terseret-seret&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tak bisa tersenyum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Karna pahit dan getir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tanpa stelan layak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan riasan di wajahnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Berjalan tak tentu arah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Ibuku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Di tahun-tahun sebelumku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Entah apa lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hanya kisah-kisah haru kudengar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dari orang-orang sebelumku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Mulai kisah cita-citanya yang kandas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Keperawanannya yang terkoyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dan kepasrahan terhadap nasib&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Ibuku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Dari tahun ke tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Saat hidup bersama bapakku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tak selalu bernafas lega&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hanya bisa memeluk keempat anaknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Membesarkan hati keempat anaknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Menyerahkan jiwa dan raganya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk suami dan keempat anaknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Ibuku...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tahun ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Ditinggal mati bapakku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Tidak sedih tidak bahagia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hanya cukup bernafas lega&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Hidup di puing-puing reruntuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Sisa-sisa buah karya bapakku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Bapak yang kami cintai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=""&gt;Surabaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt;, 17 Nopember 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Buat mama, kakak-kakak, adik dan papa di surga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-3719927722364325536?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/3719927722364325536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=3719927722364325536' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/3719927722364325536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/3719927722364325536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2006/12/ibu-dari-segala-ibu.html' title='Ibu dari Segala Ibu'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-4868799064637290298</id><published>2006-12-12T04:17:00.000-08:00</published><updated>2007-06-26T02:46:15.631-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Begini saja Kita Berpikir Tentang Tuhan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=""&gt;Begini Saja Kita Berpikir tentang Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Oleh: Luky Hari Wibowo&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dia tidak bercerai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dia tidak menyatu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dia menyertai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tidak untuk dicari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi untuk dikenali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Surabaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, 18 Nopember 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-4868799064637290298?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/4868799064637290298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=4868799064637290298' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/4868799064637290298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/4868799064637290298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2006/12/begini-saja-kita-berpikir-tentang-tuhan.html' title='Begini saja Kita Berpikir Tentang Tuhan'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-2072322709327904101</id><published>2006-12-12T04:14:00.000-08:00</published><updated>2007-06-26T02:42:34.952-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Crystal'/><title type='text'>Tarian Jiwa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;TARIAN &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;JIWA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%; font-style: italic;" align="center"&gt;karya duet Iin dan maria&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;( Lampu menyorot siluet ) Pada siluet berbingkai pigura kuno terdapat 2 sosok bayangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wanita yang sedang menari dan berteriak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;( “ Aaaaaaah... aku bosan dengan semua ini” ) Mengalun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;irama musik R&amp;B atau sejenisnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang mengiringi wanita itu hingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tiba2 tariannya mulai terlihat aneh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan gerakan-gerakan seperti orang kesetanan, mencekam, menakutkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;( Di depan siluet terdapat kursi panjang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengarah ke siluet )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Datang dari penonton dengan membawa senter dua sosok manusia yang menyaksikan adegan itu dan mengamati gerakan demi gerakan siluet sambil berbisik-bisik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;( Kerampakan dipadu gerakan – gerakan )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Eeeh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sssstt.... Lihat ada yang bergerak-gerak ” &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;( Wajah penasaran &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sambil menatap orang 2 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;“Ooi....Goyangannya.....Tubuhnya....Gerakannya menjeratku dalam fantasi tak berbatas , Woou erotis” &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;( Terbelalak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kagum seperti sudah masuk dalam fantasinya sendiri )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;“Hey...!!!Apa yang telah sembunyikan dari balik bingkai itu hingga layaknya kau tersihir akan pesonanya.” &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;( Jengkel, cemburu bercampur menjadi satu )&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;“Hua...ha....ha...Gila...aaa &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;( Tertawa terpingkal-pingkal tanpa memperdulikan Orang 1 ).&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; Benar-benar dapat membangunkan emosi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Iya...hingga kaupunmemandang tak berkedip apalagi menghitamkan pesona mereka dikelopak matamu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Huuss....Berisik!!! Kau selalu mengganggu dalam keterpulasanku saat dibuai rembulan”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Eeh...Ingin kukuasai malam dan kurangkul rembulan yang selalu saja bersinar itu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Ha..ha..ha&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;..( Tertawa )&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Kau iri pada mereka karna &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tubuhmu mirip buntelan” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;( Sambil sinis )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“ Apa...?!? Buntelan kau bilang ?!. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;( Marah )&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Hua...ha...ha&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;...( Ngakak )&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; Hua...ha...ha...ha...&lt;b style=""&gt;ha..&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;.( Sambil bertingkah mengejek )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;“ Heh&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;...( Marah )&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; Perlu kau tau pesonaku tergambar dalam setiap bait demi bait puisi termegah dalam sanubari para pujangga &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;( Sambil ikut bergerak bersama orang ke 2 menguasai panggung )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;“ Kebimbanganku mendekap pada kejijikan, menghantarku berpulang diatas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;asmara&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kebencian yang telah kau putar melalui nadi – nadi darah yang mengalir “ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;( Marah, tersingung)&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Oooh...Tega sekali kau bilang begitu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemudian tiba-tiba tubuh Orang 1 bergerak-gerak. memukul Orang 2. Setelah duduk dia bangkit dari kursi panjang, Orang 1 membalas, terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;explorasi dan bermain kerampakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan kursi panjang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdialog tapi mengunakan gerakan tubuh( Gerakan seperti pertengkaran anjing dan kucing dengan diiringi erangan kucing dan longlongan anjing).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Tiba-tiba datang wanita memakai gaun kuno memasuki panggung (Diiringi musik&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;yang mencekam, lampu yang mati nyala)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Wanita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Eeeeeh...Kenapa kalian berdua bertengkar??? Seperti anjing dan kucing saja, seharusnya kalian saling menyayangi.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;( Berusaha melerai )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang 1 dan 2 kaget dan terhenti sambari mengamati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wanita itu dengan detail, melotot seperti tidak suka ada yang mencampuri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Siapa kau?!?Aku belum melihatmu sebelumnya??”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Aah....Persetan....dengan siapa dirimu. Kenapa kau campuri urusanku??”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;( Menunjukan sikap tidak suka )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Wanita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Aneh....kalian kulihat dari tadi seperti anjing dan kucing. Apakah aku salah melerai kalian?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1 dan 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Tidak!!! &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Membentak)&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi kau telah menggangu urusan kami”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Wanita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Menganggu? Aneh anak muda zaman sekarang. Apakah aku salah melerai kalian berdua!!! &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Sambil menangis dan teringat akan masa mudanya)&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. Seharusnya kalian memberikan yang terbaik untuk bangsa ini, menaburkan cinta untuk jagat raya ini. Bukannya bermain api yang membara dan mencoba untuk meledakkan sesuatu dengan kepalan – kepalan kalian . Kalian bukanlah musuh yang berperang dengan lidah ataupun dengan membenci. Memang aku sudah usang dan dimata kalian aku adalah penggangu, namun aku pernah juga melewati hidup&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;.( Mulai menangis ) &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan ada yang kusesali&lt;u&gt;.” &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;( Seperti ada segurat penyesalan yang dalam )&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1 dan 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;“Apa....melewati hidup??”&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;( Sambil berhadap-hadapan dengan muka heran )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Wanita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;“Aku menyesali! Kenapa aku dulu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak penuh cinta dan hanya mementingkan materi saja, sehingga aku hidup sendiri sampai tua lapuk tak berdaya.....”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Tua??? Tubuhmu masih muda dan masih segar bagai apel ranum yang baru dipetik.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Wanita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;“Aku..........” &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;( Menangis )&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Suasana tiba-tiba hening, lampu mulai redup dan hawa yang mencekam membuat bulu kuduk berdiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hingga didepan kedua orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlempar sebuah poster yang mengisyaratkan bahwa wanita itu sudah tidak ada. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Foto-foto dan poster yang sudah usang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; margin-left: 4cm; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 64pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 216pt; height: 64pt;" valign="top" width="288"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Saksikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penari Terbaik &amp; Cantik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;SOEROBJO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;di Galeri Seni Soerobdjo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;23 nov 1877&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1 dan 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;“Aahh..aahh...ada sesuatu yang aneh...Sepertinya......Aaah...”&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;(Ketakutan, tergugup –gugup menyadari bahwa wanita itu ternyata dari dunia lain. Diiringgi musik yang makin mencekam menunjukan ke-ngerian)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Siluet kembali menyala dan dua sosok wamita menari-nari, sambil diiringi alunan musik gamelan dan sorakan pengemar, bertepuk tangan meriah (Seting kembali ke masa lalu, mengambarkan kejayaan wanita itu).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Lampu mati sejenak, kemudian musik berganti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aliran R&amp;B atau Hip-hop dengan DJ Performance, menandakan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;zaman telah berubah, tiba-tiba datang pemuda dengan dandanan rapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Pemuda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Sambil menggerutu)&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; “Zaman telah dikotori budaya barat, banyak yang imitasi. Bangsa sudah kehilangan jati diri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;budaya. Kini tak lagi ada senyum yang tertebar diantara kepala – kepala nomer satu. Inilah evolusi dari kemunafikan para setan. Inilah perubahan dari mereka yang menanam serbuk – serbuk pembius&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan menuai berjuta tangis para buyung dan alirkan kejernihan sungai merah dari mereka para jejaka neraka yang mencetak piringan hitam tentang tubuh mereka sendiri, dan mereka para cecunguk pengecut melempar berjuta ari – ari kedalam sumur api.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-2072322709327904101?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/2072322709327904101/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=2072322709327904101' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/2072322709327904101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/2072322709327904101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2006/12/tarian-jiwa.html' title='Tarian Jiwa'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-1240265377571382317</id><published>2006-12-12T04:12:00.000-08:00</published><updated>2007-06-26T02:39:24.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Terlalu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;TERLALU &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;By tantri&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Arrrgggghhhhhhh………….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bosan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jengah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kamar ini tak mampu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menampung erangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kesakitan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seharusnya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Puluhan tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ratusan bulan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ribuan minggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sampai jutaan menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aku habiskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dikamar laknat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi kutak mampu &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;menyeret langkahku &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;untuk segera pergi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dari sini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;seakan ada suara parau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;yang memanggilku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;menarikku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dengan mantera-mantera&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dengan jampi-jampi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;aku tak mampu mengangkat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tubuh malasku &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dari ranjang reot ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;aku tak mampu mengajak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;sepasang tangan ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;untuk meraih setangkup air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;agar mata sembab segera terbasuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;kamar ini &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;terlalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sulit untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;di tinggalkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;terlalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berat untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dilupakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;terlalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;terlalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;terlalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari ini kumulai hari seperti biasanya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tak ada yang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;.kubangun lalu kubasuh mukaku dengan setangkup air sumur &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;yang kurasa lebih mempunyai rasa peri-ke-airan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;daripada air &lt;i style=""&gt;made in&lt;/i&gt; pemerintah yang amis dan kuning di musim kemarau &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dan keruh di musim hujan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;setelah air sumur yang tawar menyentuh lubang pori2 wajahku kuraih handuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk menyapu bulir2 air sebelum menetes ke ubin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;huh…!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kumulai hari ini tanpa sesuatu yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bekerja..bekerja..bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kuselalu berusaha untuk nyaman melalui hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang ……bisa ku tebak..bakalan MEMBOSANKAN!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yach…aku hanya anak seorang janda pensiunan guru SD &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;yang ga punya &lt;i style=""&gt;balungan wong sugih &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itu yang selalu di sikapkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;oleh ibu-disikapkan-karena memang tidak pernah terungkap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;oleh kata tapi tercontoh oleh sikap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terkadang aku ingin bermain tanpa bekerja,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tapi aku malu-bukan karena bermain-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tapi karena untuk bermain aku tetap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;butuh biaya hidup &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dan sebagai manusia dewasa aku malu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk memintanya(lagi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dari gaji pensiunan seorang guru SD.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saat ini sesungguhnya aku pun masih malu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;karena masih tetap numpang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;makan, tidur,mandi sampai berak dan kencing &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;di rumah seorang janda pensiunan guru SD. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Tapi untungnya rumah beliau &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;bukanlah sebuah rumah warisan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari almarhum suaminya-alias bapak saya-&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tapi rumah yang telah dimilikinya sebelum menikah dengannya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;atau mungkin yang telah dimiliki jauh sebelum bertemu dengan bapakku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hari harus tetap berjalan dan harapan akan jadi kenyataan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;atau harapan akan jadi sesal…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;hanya gerusan waktu yang akan memilih.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-1240265377571382317?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/1240265377571382317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=1240265377571382317' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/1240265377571382317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/1240265377571382317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2006/12/terlalu.html' title='Terlalu'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7819149055715451558.post-994351123870382210</id><published>2006-12-12T04:08:00.000-08:00</published><updated>2007-06-26T02:34:04.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah Crystal'/><title type='text'>Naskah TOHIR</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tohir Gantung Diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Karya: Luky Hari Wibowo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Babak I&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Setting kompleks kuburan. Tali bunuh diri menggantung di pohon kamboja. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Di bawahnya ada level kecil tempat Tohir berdiri. Suasana sunyi menjelang Maghrib)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Malam ini nanti, aku tidak akan menunda-nunda lagi. Niatku sudah bulat. Persetan dengan efek yang bakal mengimbas keluargaku dan orang-orang di sekitarku. Hati ini benar-benar sakit. Oh Leila… kini kau akan menyaksikan, betapa aku mencintaimu dengan segenap jiwaku. Hingga aku rela mati demi kebahagianmu. Oh, Leila… buat apa aku hidup, kalau hanya untuk melihatmu jalan berdua dengan Ismoyo. Bukankah selama ini kita telah memadu kasih? Kau sungguh mengecewakanku Leila. Dan kau Ismoyo… dasar ular bludak! Tega benar kau menikam aku dari belakang. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Nanti kalau aku sudah mati, arwahku bakal gentayangan, membikin perhitungan denganmu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;(Sosok perempuan tua muncul sambil membawa sapu lidi panjang, sedang menyapu kompleks kuburan. Dia tampak ngomel-ngomel sendiri)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Tersentak)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Heh, wong edan! Surup-surup kok ngomel-ngomel sendiri di kuburan. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ayo, pergi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Eh, mbok Jum… &lt;i style=""&gt;(Gugup)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lho, kamu kok tahu namaku?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Ya, tahu. Sayakan…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eh… eh, kamukan Tohir, anaknya mak Romlah, bakul tempe itu kan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Iya, mbok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mau apa kamu? Ayo mulih! Kasihan makmu sejak tadi pagi sudah antri untuk ambil dana kompensasi BBM. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pergi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Aduh, mbok… saya di sini itu mau…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mau nggrandong ya? Mau cari nomerkan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang mau nggrandong itu siapa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Ya, kamu! &lt;st1:state st="on"&gt;Wis&lt;/st1:state&gt;… &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;wis&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;… nggak usah pakai gini-ginian. Ayo, mulih! Kasihan makmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Aduh, mbok… sampeyan itu bikin drop mental saya. Buyar suasana hati yang sudah saya bangun sejak tadi pagi. Rencana saya bisa kacau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eh… eh… masih mau mangkir? Wis, gak usah! Sebagai juru kunci, saya tidak rela kamu nggrandong di sini. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pergi! &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, cari tempat-tempat angker lainnya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Tapi saya ini tidak sedang nggrandong, mbok…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sudah yo le… tobat. Lama-lama kamu bisa jadi penghuni kuburan sini, kalau masih suka nggrandong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nah, itu! Saya memang sedang mempersiapkan diri untuk jadi penghuni tempat ini, untuk selamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Se’ to le… maksudmu itu apa?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mbok Jum nggak lihat, ada tali gantungan di sini? Saya ini sedang bersiap-siap untuk gantung diri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Edan! Bocah gemblung &lt;i style=""&gt;(kaget bukan main)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya memang gemblung. Tapi saya tidak edan. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Saya sadar. Saya waras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lha kenapa? Terus… makmu… Romlah… &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Masya allah… Aku harus cepat-cepat kasih tahu orang-orang. &lt;i style=""&gt;(bergegas)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Lho, mbok! Jangan! &lt;i style=""&gt;(panik)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Tolong… tolong… Tohir mau gantung diri…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Aduh, kok jadi ruwet begini. Daripada rencanaku bubrah, aku eksekusi kamu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Dengan cepat Tohir menyergap mbok Jum, kemudian menggantungnya. Mbok Jum tewas seketika. Mayatnya dikubur di kompleks kuburan itu juga. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Adegan nampak kesan saja. Berlangsung cepat dengan lampu mati-nyala)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" &gt;Babak II&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Mbok Jum berdiri di bawah tali gantungan dengan cahaya merah. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Dia nampak sebagai arwah. Ucapan-ucapannya tak terdengar pemain-pemain lain. Tohir semakin gelisah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Heh, Tohir! Bajigur kamu! Yang punya niatan matikan kamu, kenapa justru aku yang kau korbankan. Dasar anak muda jaman sekarang! Ngawur! Tidak bertanggung jawab! Terlahir dari bangsa apa kamu ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aduh… mbok Jum… mbok Jum… kok jadi kamu yang mati. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dasar usil! Sudah tua, bawel!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Tuh, lihat! Sudah membunuh, masih menyalahkan. Bocah keblinger!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lihat kamu mati, aku jadi takut mati. Apa sebaiknya kuurungkan saja niatku gantung diri?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eh… eh… kebangetan! Jaman sekarang semakin jarang saja kujumpai ksatria di negeri ini. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Yang sering muncul, justru manusia-manusia plin plan macam Tohir. Duh, gusti…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;(Tiba-tiba tak terduga Leila muncul berjalan menyusuri kompleks kuburan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Leila:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Lho, mas Tohir!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;(Kaget dan heran)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; Leila! Kamu… kok… ada di sini…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Leila:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Iya, mas. Kebetulan lewat. Mas Tohir sendiri ada apa di sini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Saya… anu… saya… mau… eh… &lt;i style=""&gt;(Gugup)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Leila:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Mau apa mas? Kok wajahmu pucat begitu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eh… anu… saya baru saja membantu mbok Jum. Eh, maksud saya menggantikan mbok Jum yang pulang kampung. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Jadi ya… kecapekan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Leila:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Oh, ya sudah. Monggo, mas… Eh iya, saya lupa titip pesan buat mak Romlah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Pesan apa ya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Leila:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Itu lho, saya mau beli tempe lagi. Kali ini lebih banyak dari biasanya. Mau dimasak sambal tumpang. Bilang mak Romlah, besok saya ambil. Maklum, mas Ismoyo kan lagi ngidam. Untung mintanya cuma sambal tumpang. Aneh ya mas Tohir, saya yang hamil kok mas Ismoyo yang ngidam. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Nanti kalau saya melahirkan, jangan-jangan dia yang kesakitan. &lt;i style=""&gt;(Tertawa menyeringai)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Bengong)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Lho, dik Leila hamil berapa bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Leila:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mas Tohir ini bagaimana sih. Kan sudah lima bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Jadi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Leila:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lha ya itu mas Tohir, saya bersyukur sekali bisa punya anak. Setelah lima tahun menanti, ternyata baru nongol sekarang. Padahal kita berdua hampir bercerai, gara-gara sering ribut. Mas Ismoyo mengira saya ini mandul. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Mas Tohir… mas…?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;(Kaget)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; Eh… iya… apa? Maaf… saya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Leila:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ya sudah, mas. Saya pulang dulu. Nanti kemalaman. Sudah ditunggu mas Ismoyo di rumah. Pesan saya jangan lupa ya. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;(Pergi berlalu)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jadi… dia… sudah… hamil… Leila… sudah… lama… menikah... Terus… sebenarnya… kapan kita pacaran… &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Bukankah… Ya, ampun… aku… &lt;i style=""&gt;(linglung)&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Itu tandanya kamu sudah tidak waras. Otakmu itu sudah tidak jalan, Tohir… &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Tuh, akibatnya terlalu banyak dan lama berkhayal. Jadi bingung menentukan mana yang nyata dan tidak nyata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Jadi selama ini…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Modar wae! Heh, Tohir! Kembali saja ke rencana semula&lt;i style=""&gt;. Kek&lt;/i&gt;! Gantung diri!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Aduh mak… tolong aku mak… mbok Jum… aku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Oalah… Tohir… Tohir… Kowe iku kesurupan opo to le… kamu sudah membunuh aku, generasi tua yang kau anggap bawel. Sekarang, kamu kok minta tolong aku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" &gt;Babak III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;(Seluruh ruang panggung gelap. Hanya level tempat Tohir dan mbok Jum yang menyala. Warna netral saja)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Leila… sebenarnya apa yang telah terjadi diantara kita? Apa yang telah terjadi antara kau dan Ismoyo? Atau… diantara kita sebenarnya tidak pernah terjadi apa-apa? Itu hanya cerita usang masa kanak-kanak, yang kemudian terbang melayang, mengangan… &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Lantas siapa Ismoyo? Dia hadir bak petir di siang bolong, memecah kesunyian alam khayalku, memperjelas potret diriku, yang hanya terlahir sebagai anak bakul &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;tempe&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Heh, Tohir! Dasar anak tidak tahu rasa bersyukur! Kau dibesarkan lewat butiran-butiran kedelai yang ditempa, diinjak-injak, hingga dinikmati bangsamu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mak, andai kau bukan bakul tempe…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Terus bakul apa? Bakul tanah, rumah, mobil, saham, solar, pulau, nuklir… bakul kehormatan… dodol bongsomu dewe? &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Kamu sudah gendeng! Bahkan kamu sudah mati!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(sayup-sayup terdengar orang-orang ramai dari kejauhan. Tiba-tiba mendekat. Lampu menyala keseluruhan. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Ternyata rombongan pengantar jenazah yang hendak menguburkan mak Romlah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kasihan mak Romlah. Sudah tua masih ikut-ikutan antri pembagian dana kompensasi BBM. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Akibatnya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 2:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tadi itu, mak Romlah sesak nafas karena berdesak-desakan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 1:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bukan hanya karena itu. Tapi juga terinjak-injak. Oalah mak Romlah… mak Romlah… malang betul nasibmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Orang 2:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mana anak-anak laki-laki satu-satunya tidak jelas kemana rimbanya. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir… Tohir… ciloko kamu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;(Tanpa diketahui orang-orang Tohir menangis sendiri, meronta-ronta)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mak… aku di sini… Kenapa semuanya tidak ada yang mendengar? &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Hei… orang-orang…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Ola opo to le… pakai nangis geruh-geruh segala. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Eksistensimu itu antara ada dan tiada. Terdengar dan tidak terdengar. Sebab kamu itu pemuda yang nanggung. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Serba magak. Mati ora… urip yo ora…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mak… lebih baik aku gantung diri saja. Biar bisa ketemu kamu mak. Aku ingin mencium kakimu. Aku juga ingin ketemu mbok Jum. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ingin minta maaf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Mbok Jum:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;Oalah le… le… opo yo iso? &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lagi pula mau mati saja kok banyak keinginan. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Bocah kok sakarepe dewe!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Tohir masih berteriak-teriak memanggil mak Romlah dan mbok Jum. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Dan masih mengutarakan keinginan-keinginannya yang lain-bisa dikenbangkan. Lampu redup perlahan, kemudian mati)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Tohir:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mak… mbok Jum… kenapa gelap di sini? &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dimana kalian?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14;" &gt;Selesai&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7819149055715451558-994351123870382210?l=tangsiteatercrystal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/feeds/994351123870382210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7819149055715451558&amp;postID=994351123870382210' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/994351123870382210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7819149055715451558/posts/default/994351123870382210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tangsiteatercrystal.blogspot.com/2006/12/naskah-tohir.html' title='Naskah TOHIR'/><author><name>crystalistgita</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
